Fotografi Bawah Laut – Bagian 1

1

Sejak semakin mudah dan murahnya akses ke dunia fotografi, hampir semua orang yang memiliki akses ke informasi dan teknologi saat ini memiliki kamera, paling tidak kamera di perangkat handphone mereka. Pun demikian dengan fotografi bawah air (underwater) yang dulunya hanya ‘milik’ orang-orang tertentu saja karena mahal dan sulitnya akses kesana, saat ini cukup mudah dijumpai orang-orang yang memiliki perangkat untuk fotografi bawah air.

Fotografi bawah air sebenarnya tidak berbeda dengan fotografi umumnya karena prinsip dan cara kerja kameranya juga sama, hanya saja perbedaan medium dan lingkungan antara bawah air dan darat saja yang harus disesuaikan. Saya ingin berbagi pengalaman pribadi selama saya melakukan fotografi bawah air, semoga bisa berguna bagi para pembaca.

Peralatan Dasar

Peralatan yang digunakan untuk fotografi bawah air dasarnya tidak berbeda dengan kamera pada umumnya, hanya saja karena digunakan di bawah air harus dipastikan kamera yang kita pakai tahan air (waterproof), ada 2 jenis peralatan yang bisa digunakan

  1. Kamera tahan air (waterproof camera), saat ini cukup banyak dijual, biasanya bentuknya adalah kamera saku dan bisa digunakan sampai kedalaman 3-10 meter umumnya. Kamera ini lebih banyak digunakan saat melakukan snorkeling karena lebih simple dan harganya cukup murah (saat saya menulis artikel ini harga nya ada yang dibawah 2 juta), contohnya produk powershot D10. Namun ada juga kamera waterproof yang dibuat untuk keperluan selam (diving) yang bisa tahan sampai kedalaman 60 meter, tentunya dari segi harga lebih mahal contohnya produk Sealife
    underwater-1
  2. Kamera biasa yang menggunakan pelindung tahan air (casing/ housing underwater), memang tidak semua jenis kamera dijual pelindung tahan airnya tapi cukup banyak yang tersedia, mulai dari kamera saku (bahkan handphone) sampai kamera DSLR kelas professional. Harganya pun cukup bervariasi, untuk kelas kamera saku dan prosumer harganya berkisar antara 1 – 10 juta, tergantung dari type kamera dan merk sedangkan untuk kamera DSLR harganya belasan sampai puluhan juta. Pelindung tahan air ini umumnya ada 2 macam:
    • Pelindung tahan air dari plastik biasa, hanya bisa digunakan 3-10 meter dan dari sisi harga sangat terjangkau. Untuk kamera DSLR harganya sekitar 1 juta, salah satunya adalah produk DiCAPac
      underwater-2
    • Pelindung tahan air dari bahan khusus, jenis ini untuk keperluan selam dan bisa digunakan sampai kedalaman 40 meter untuk kelas yang biasa dan bahkan bisa digunakan untuk kedalaman sampai ratusan meter untuk kelas yang lebih advance. Untuk kamera DSLR pelindung tahan airnya terpisah antara body dan lensa, pelindung lensa dinamakan port dan ukuran dan jenisnya harus disesuaikan dengan lensa yang digunakan. Saat menggunakanya, port ini akan ditempelan ke pelindung tahan air yang menutupi body kamera. Contohnya produk dari Ikelite
      underwater-3

Saya pribadi menggunakan kamera prosumer dari canon, Powershot G12 dengan pelindung tahan air WPDC-34 dari canon juga, yang bisa digunakan sampai kedalaman 40 meter.

Peralatan Tambahan

Tidak kalah penting dengan peralatan dasar, peralatan tambahan ini mutlak diperlukan jika ingin hasil yang lebih baik, tentunya dengan skill yang memadai pula
Peralatan tambahan ini saya bagi menjadi 3 bagian sesuai dengan fungsinya:

  1. Lampu kilat (strobe) dan lampu sorot (continues lamp)
    Sebenarnya kamera rata-rata sudah dilengkapi dengan lampu kilat (built-in flash) namun seperti halnya fotografi di darat, penggunaan lampu kilat bawaan dari kamera kurang bisa diandalkan untuk kebutuhan cahaya yang lebih besar dan juga di bawah air kondisi mediumnya sering dipenuhi oleh partikel-partikel kecil yang jika menggunakan lampu kilat bawaan kamera akan membuat partikel-partikel ini tertangkap di gambar yang tentunya sangat menggangu (scattered), khusus untuk DSLR, fungsi built-in flash biasanya tidak bisa digunakan karena design housingnya yang compact. Penggunaan lampu kilat internal disarankan hanya untuk foto makro ataupun jika kondisi air sangat jernih.
    Untuk hasil yang lebih baik, kamera bisa dilengkapi dengan lampu kilat/ flash yang sering disebut strobe. Strobe sendiri jenis, kekuatan dan merk nya sangat beragam, harga yang paling murah sekitar 2 jutaan per unit
    underwater-4
    Selain strobe, ada juga lampu sorot (continues lamp) yang kebanyakan digunakan untuk keperluan videografi bawah air. Saya pribadi menggunakan 1 strobe merk Ikelite jenis DS-51 yang powernya tidak terlalu besar sehingga lebih cocok digunakan untuk foto makro.
    underwater-5
  2. Camera support
    Camera support ini maksudnya adalah peralatan penyangga yang dipasang di housing kamera agar bisa digunakan untuk menempelkan peralatan tambahan lainnya. Contoh camera support yang paling banyak dan lazim digunakan adalah tray dan arm, peralatan ini wajib dibutuhkan jika menggunakan strobe. Khusus untuk DSLR, karena ukurannya yang besar biasanya tray sudah termasuk dalam paket pembelian housingnya karena akan sangat sulit untuk handlingnya tanpa tray sebagai penyangga kamera bisa dipasangkan dengan 1 atau 2 arm, rata-rata kamera besar seperti DSLR membutuhkan 2 arm agar lebih stabil menggunakannya dan pada 2 arm ini bisa dipasang masing-masing strobe juga. Untuk kamera yang kecil bisa menggunakan 1 arm dan tentunya kalau hanya 1 arm hanya bisa dipasang 1 strobe saja kecuali pada arm ditambahkan adapter untuk membuat percabangan dan holder untuk tambahan lampu atau strobe. Pemilihan tray dan arm disesuaikan dengan kebutuhan dan budget juga, tentunya jika menggunakan 2 arm harganya lebih mahal namun jika ada rencana untuk menggunakan 2 strobe, walaupun kamera kecil sebaiknya menggunakan tray dengan 2 arm. Saya pribadi menggunakan tray dan 1 arm merk Ikelite karena memang strobe saya hanya 1
    underwater-6
  3. Filter dan Wet Lens
    Untuk hasil yang lebih optimal, pada kamera bisa ditambahkan filter dan wet lens juga. Red filter adalah yang paling sering ditambahkan untuk mensiasati warna yang cenderung biru di dalam air (khususnya laut), kemudian sering pula ditambahkan wet lens dengan menggunakan adapter khusus disesuaikan dengan jenis housing yang digunakan. Wet lens ini ada yang berfungsi sebagai wide converter untuk keperluan foto seascape agar lebih lebar dan ada juga yang berfungsi sebagai close up filter/ diopter untuk hasil makro yang extreme
    underwater-7

Selain peralatan di atas, masih banyak lagi peralatan tambahan lainnya yang kebanyakan fungsi dan pembuatannya khusus untuk kebutuhan khusus pula, tak jarang juga para penggiat foto bawah air membuat peralatan sendiri guna menunjang kebutuhan fotografi mereka.
underwater-8

Nah, alat buat fotografi bawah laut sudah dibahas, bagaimana dengan tekniknya? Tunggu lanjutan artikel ini…

 

Share.

About Author