Tips memotret galaksi Bimasakti

4

Di bangku sekolah kita pernah belajar bahwa Bumi adalah salah satu dari sembilan planet yang mengelingi Matahari, sebagai satu kesatuan tatasurya di dalam galaksi Bimasakti. Di negara barat, galaksi ini lebih dikenal dengan nama Milky Way karena bentuknya yang seperti tetesan susu yang bercahaya di angkasa. Tetesan susu ini sebenarnya terbentuk dari jutaan bintang serta gas dan debu yang menghuni galaksi Bimasakti.

Timbul pertanyaan, apabila Bumi merupakan penghuni galaksi Bimasakti, terus bagaimana kita dapat memotret galaksi tersebut? bukankah seharusnya kita harus memotret dari luar galaksi Bimasakti? Jawabannya adalah bisa! tapi dari sisi dalam galaksi Bimasakti. Karena tatasurya kita terletak di pinggir galaksi Bimasakti kita dapat melihat/memotret bagian tengah galaksi seolah-olah kita berada di luar galaksi.

Bimasakti di atas Bromo

Untuk dapat memotret galaksi Bimasakti ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan:
1. Gear: Gunakan kamera dengan sensitivitas cahaya yang tinggi serta tripod yang cukup kokoh. Untuk foto di Bromo saya menggunakan kamera Nikon D600 dengan setting ISO 1250 dengan lensa wide angle 17-35 saya pasang di 17mm.
2. Lokasi: Cari lokasi yang jauh dari pengaruh cahaya perkotaan sehingga bintang di langit dapat terlihat dengan jelas
3. Waktu: tergantung dari lokasinya, tapi berdasarkan pengalaman waktu yang ideal untuk memotret galaksi Bimasakti adalah lewat tengah malam di atas pukul 12.00 WIB. Foto di Bromo saya ambil sekitar pukul 04.00 WIB

Selanjutnya adalah eksekusi foto. Karena kita memotret di tengah kegelapan malam, maka hampir pasti sistem autofokus kamera tidak dapat bekerja/focus locking, oleh karena itu kita harus menggunakan fokus manual diset ke infinity. Kita juga harus sedikit trial-and-error karena untuk mendapatkan komposisi yang pas, karena kita hampir tidak dapat melihat apapun dari viewfinder selain bintang-bintang di angkasa, ini berpengaruh apabila kita ingin menambahkan foreground di foto kita. Gunakan timer atau remote shutter untuk meminimalisir goyangan pada kamera, kemudian set speed minimal 30 detik untuk ISO 1250. Untuk bukaan saya cenderung menyesuaikan dengan setting yang sudah dilakukan untuk speed dan ISO. semakin besar bukaan tentu saja hasil fotonya akan semakin terang. Untuk memotret bintang kita tidak perlu terlalu khawatir mengenai shallow depth of field karena kita fokus ke infinity. Coba jepret sekali, cek hasilnya kemudian lakukan perubahan setting yang diperlukan: angle kamera, komposisi, speed, iso, bukaan, sampai kita mendapatkan hasil yang paling baik.

Demikian tips saya untuk memotret Galaksi Bimasakti, tidak sesulit yang diduga bukan?

Share.

About Author

Pehobi fotografi yang sementara ini mencari nafkah sebagai seorang banker.

4 Komentar

  1. Sekedar mau nambahin nih mas, mohon koreksi.

    Galaksi Bimasakti terletak di konstelasi sagittarius. Untuk memudahkan kita mencari konstelasi sagittarius bisa di-install aplikasi skymap atau yg lainnya di handphone android atau ios.