Tips Street Photography dengan Tablet Phone

0

Seringkah anda melihat kejadian seperti foto di bawah ini

tab7

Orang-orang memotret dengan tablet phone yang ukuran layarnya minimal 7 inchi seperti layaknya fotografer dengan kamera dslr. Banyak pula yang melakukan foto selfie dengan percaya dirinya menggunakan alat jepret berbadan lebar ini.

Gampangkah motret dengan kamera dari tablet phone seperti ini?

Beberapa waktu lalu saya mencoba untuk street hunting dengan menggunakan tablet phone, yang saya gunakan Samsung galaxy note 8 inch. Dua kali dalam hari yang berbeda saya mencoba menyusuri jalanan dan gang-gang dengan niat hanya jepret dari tablet phone saya. Saya bawa DSLR untuk berjaga-jaga jika ada moment menarik yang sulit ditangkap oleh tablet saya, tapi percayalah akhirnya saya masih sanggup menahan godaan untuk terus memotret hanya dengan tablet phone saya.

Berikut beberapa kendala yang saya jumpai di lapangan saat melakukan street hunting dengan gadget berbadan lebar ini:

1.  Dianggap aneh karena motret pake papan penggilesan.

Yang tabah aja, stay focus and keep jepret. Ato sebagai solusi untuk sedikit mengurangi perasaan aneh yaitu…. ajak temen hunting sebanyak-banyaknya.

2. Sungkan dan kagoknya memotret orang.

Jika anda sedang duduk, tiba-tiba ada orang asing motret anda dengan jelasnya menggunakan papan penggilesan, kira-kira gimana perasaan anda? Sebel dan dongkol kan?

Nah itu kendala utama yang saya rasakan. Akan lebih enak bagi saya dalam berbasa-basi jika saya motret orang asing dengan kamera dslr dibanding dengan tab ini, gak tau kenapa, mungkin yang dipotret merasa lebih keren aja kali.

Contoh kejadian percakapan di lapangan, saat melihat bapak-bapak tua sedang bercelana army, sedang bersandar di tembok kusam, sambil menghisap sebatang rokok :

Saya : wah pak cuaca cerah ya?
Bapak : mendung.
Saya : oiya, mendungnya cerah ya Pak?
Bapak : ?
Saya : Pak, tuh lihat ada sapi terbang (sambil nunjuk ke langit, dan kemudian … jepret!)

Bapak : melotot ( sambil makan sisa batang rokoknya)

# foto 1

Intinya, kalau mau mendapatkan “mata” atau eye contact dari orang yang akan kita foto, lakukan pendekatan singkat melalui obrolan-obrolan ringan, buat mereka nyaman untuk kita potret.

# foto 2

3. Susah untuk candid

Apa kira-kira yang membuat kita susah untuk melakukan foto candid dengan tablet phone ini?

Yup, karena kita harus menggunakan kedua tangan kita bersamaan dalam memotret. Sangat sulit untuk hanya menggunakan satu tangan jika mengingat dimensi atau ukuran yang lebar dari tablet ini. Apalagi jika kita harus mengatur fokusnya…. beuh makin ribet.

#foto 3

Cara mengatasinya? Yang paling enak, cari orang yang akan kita foto yang sedang asik dengan dunianya sendiri. Orang yang seolah-olah menganggap kita tak ada, seperti gebetan yang kelasnya jauh di atas sana… #eaaa

#foto 4

4. Angle foto yang kurang variatif

Lagi-lagi dengan ukuran selebar itu dan harus dengan dua tangan memegangnya serta mata yang terus menatap layar, membuat kita agak susah kalo mau motret dengan sudut-sudut ekstrim, semisal frog view atau bird view. Tetapi, walau begitu selalu cobalah untuk terus berkreasi dalam gaya memotret, misal tiarap lah, manjat pagar lah, atau tidur telentang, dll.

# foto 5

Hahaha… tidak perlu macem-macem gaya motret seperti yang saya sebut sebelumnya di atas, yang wajar saja dalam mencoba variasi berbagai sudut pemotretan.

#foto 6

5. Suka telat jepret.

Hal ini berhubungan dengan kinerja dan teknis dari kamera si tablet. Shutter speed dan continous shot yang handal sangat diperlukan jika kita mau motret object bergerak. Jika dua hal itu menjadi kendala, cara menyiasatinya adalah sering-sering bermain flappy bird aja, sehingga anda bisa tahu kapan saat tepat jari anda untuk menyentuh layar tablet.

Hehehe… intinya jeli saja memperhitungkan moment yang anda tunggu atau inginkan terjadi di scene yang sudah anda tentukan.

#foto 7

Itulah lima kendala yang saya hadapi saat melakukan street hunting dengan kamera dari tablet phone berukuran lebar di atas 7 inch. So far mengasikkan juga, saya cukup menikmatinya. Kendala-kendala yang muncul di lapangan membuat kita semakin kreatif dalam upaya menceritakan hal-hal yang kita lihat saat itu dalam sebuah foto.

#foto 8

Salam.

Note : lokasi foto di jalanan dan gang-gang kota Sukabumi, Februari 2014. Edit foto dengan aplikasi snapseed.

Share.

About Author

Tukang Bankir. Mantan Mapala (20 kg yang lalu) Blogger amatir di jelajahsukabumi.wordpress.com dan kaki-melangkah.tumblr.com

Comments are closed.