Tutorial Time Lapse: Bagian 1 – Persiapan

4

Belakangan ini saya sering dihadapkan dengan pertanyaan seputar time lapse photography. Atas desakan beberapa teman akhirnya saya memutuskan untuk membuat tutorial singkat mengenai pembuatan time lapse photography sederhana. Tutorial ini akan saya bagi menjadi 4 bagian:

  1. Bagian 1 – Persiapan
  2. Bagian 2 – Alat
  3. Bagian 3 – Memotret time lapse
  4. Bagian 4 – Post Processing

Apa sih yang harus dipersiapkan untuk membuat suatu time lapse? Kenapa harus punya persiapan? Pertanyaan ini sering kali muncul dan jawaban singkatnya adalah konsep. Tidak hanya time lapse, semua bentuk dari fotografi harus memiliki konsep sehingga bisa ‘bercerita’ kepada penikmatnya, dan konsep yang well executed berawal dari persiapan yang matang. OK… jadi apa saja persiapan untuk time lapse photography sehingga membentuk konsep yang baik?

Cerita

Salah satu elemen terpenting dalam membuat sebuah time lapse adalah alur ceritanya. Ingat, time lapse photography bukan hanya sebuah foto tetapi rangkaian foto yang membentuk sebuah video. Jika sebuah foto saja diharapkan bisa ‘bercerita’ tentunya ekspektasinya akan lebih besar untuk sebuah video.

Kamu tidak hanya diharapkan menjadi seorang fotografer, namun juga seorang scriptwriter, dan juga sutradara (director). Buatlah alur cerita yang menarik, mainkan emosi viewer-mu. Gabungan antara fotografi yang ciamik, alur cerita yang menarik dan musik pendukung yang pas akan membuat viewer menikmati video kita hingga akhir.

Lokasi

Lokasi juga mempunyai peranan penting dalam membuat video time lapse. Untuk membuat alur cerita yag menarik, kamu harus tau dimana bisa mendapatkan suasana seperti yang kamu bayangkan dalam ceritamu. Lakukan scouting terlebih dahulu untuk menentukan tempat atau lokasi yang sesuai untuk shooting. Scouting dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain:

  • Menggunakan flickr atau 500px dan masukkan keyword nama lokasi yang menjadi target kamu. Dari foto-foto yang di sharing di photo-sharing website seperti ini kamu dapat mempunyai bayangan apa yang mungkin kamu dapatkan di lokasi tersebut.
  • Bertanya dengan teman atau fotografer lainnya yang mungkin sudah pernah ke lokasi tersebut.
  • Lakukan orientasi langsung ke lokasi tersebut untuk dapat merasakan sendiri feel-nya.

Beberapa hal yang perlu diingat dalam menentukan lokasi adalah:

  • Keamanan – tempat boleh saja indah, tapi kalau tidak aman lebih baik tidak mengorbankan keselamatan.
  • Perizinan – Jangan melanggar wilayah pribadi orang lain. Kalo memang butuh izin untuk masuk ke lokasi tersebut maka minta izinlah.
  • Waktu – Kapan waktu terbaik untuk melakukan shooting di lokasi tersebut.

Waktu

Di atas sekilas sudah disebutkan tentang waktu. Ya, waktu juga mempunyai peranan yang penting dalam kesuksesan pembuatan video time lapse.

Kmau harus tau apa potensi terbaik dari lokasi tersebut. Kalo lokasi itu sangat indah saat sunrise, maka jelas bahwa kamu harus datang saat dini hari, tidak bisa di siang hari.

Faktor lain yang terkait dengan waktu adalah cuaca dan juga posisi matahari, bulan, ataupun bintang. Musim panas/kemarau memang waktu yang paling aman untuk melakukan pemotretan, tapi taukah kamu kalau biasanya saat musim hujan langit cenderung lebih dramatis? Ini bisa menjadi konsiderasi saat memutuskan kapan waktu yang terbaik untuk melakukan shooting. Selain itu posisi matahari, bulan, dan bintang tidak selalu sama tiap harinya. Ini juga bisa menjadi salah satu parameter pengambil keputusan.

Peralatan

“Sedia payung sebelum hujan”, kalau disini bisa dianalogikan dengan sedia gear yang tepat sebelum menyesal. Bayangkan betapa menyesalnya pergi ke tempat yang indahnya luar biasa tapi bawanya cuma kamera handphone. Bahkan kadang sudah membawa DSLR dan lensa yang tepat tapi tidak membawa filter saja bisa membuat seorang fotografer ‘gondok’.

Berkaitan dengan alur cerita yang ingin kamu sampaikan, kamu harus tau di tiap scene dan lokasi kamu akan membutuhkan gear apa dan pastikan gear itu kamu bawa. Sebagai contoh, kamu ingin menangkap pergerakan awan di sebuah pantai, maka yang paling cocok digunakan adalah lensa wide maka pastikan lensa wide tersedia.

Peralatan apa saja sih yang harus dimiliki untuk membuat time lapse? nantikan di bagian kedua 🙂

4 hal di atas adalah persiapan minimal untuk membuat suatu time lapse. Hal lain yang perlu disiapkan mungkin berkaitan dengan fisik dan mental si fotografer sendiri, karena time lapse photography membutuhkan fisik yang kuat, kesabaran, ketekunan, dan juga dedikasi 🙂

Nantikan bagian kedua dari tutorial ini ya…

Share.

About Author

Seorang Ayah, Project Manager, Computer Geeks, Travel Enthusiast, dan Fotografer. Saat ini berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia. Portfolio-nya bisa dilihat di Flickr atau 500px.

4 Komentar

  1. Pingback: Tutorial Time Lapse: Bagian 2 – Alat

  2. Pingback: Tutorial Time Lapse: Bagian 3 – Memotret Time Lapse

  3. Pingback: Tutorial Time Lapse: Bagian 4 – Post Processing