Tutorial Time Lapse: Bagian 3 – Memotret Time Lapse

0

Setelah semua persiapan dan peralatan beres, sampailah kita di bagian yang paling dinantikan dari pembuatan sebuah time lapse yaitu pemotretan.

Secara sederhana, memotret untuk video time lapse tidak jauh beda kok dengan teknik memotret lainnya. Bedanya memotret untuk time lapse tidak cukup hanya dengan 1-2 foto tetapi bisa puluhan hingga ratusan foto yang diprogram melalui intervalometer (baca lagi bagian dua jika tidak tau apa itu intervalometer).

Coba perhatikan flowchart sederhana di bawah. Ini adalah langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan dalam memotret untuk sebuah time lapse.

flowchart

Membuat komposisi
Salah satu kunci bagusnya sebuah foto adalah komposisi yang kuat. Aturlah komposisi foto dengan sudut pengambilan yang menarik. Ingat, dalam time lapse photography, kamu tidak hanya seorang fotografer namun juga seorang movie director, antisipasi pergerakan kamera dan pergantian scene dengan baik.

Set exposure kamera
Foto adalah cahaya. Exposure yang tepat mutlak dibutuhkan dalam setiap foto tak terkecuali untuk time lapse. Lupa tentang teori exposure? Lihat disini untuk mengingat kembali.

Test memotret
Setelah mendapatkan komposisi yang kuat dan exposure yang tepat, lakukan testing beberapa kali hingga kamu puas dengan hasilnya.

Set interval dan durasi pemotretan
Setelah puas dengan hasil testing kamu. Tahap selanjutnya (yang merupakan inti dari time lapse photography), set-lah interval dan durasi yang sesuai dengan kondisi objek yang kamu potret di intervalometer kamu.
Beberapa contoh interval untuk skenario yang sering digunakan antara lain:

  • 1 detik interval: Trafik lalu lintas yang cukup lancar, awan yang bergerak cepat, dll
  • 2-3 detik interval: Sunset/Sunrise, awan yang bergerak agak lambat, orang di keramaian, dll
  • 15-30 detik interval atau lebih lama: pergerakan bintang, konstruksi bangunan, dll

Test memotret dengan interval
Setelah interval dan durasi di-set lakukan testing sekali lagi, namun kali ini dengan interval. Lakukan testing sebanyak 10-20 frame sehingga kamu bisa melihat pergerakannya.

Mulai memotret
Jika semua sudah sesuai dengan konsep, maka lakukanlah pemotretan yang sesungguhnya.

Selain flowchart diatas, satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah kapasitas memory card.

Perlukah menggunakan RAW? Sebab file RAW akan menghabiskan kapasitas memory card.
Namun perlu diingat bahwa dengan RAW kamu lebih fleksibel untuk berkreasi dengan hasil foto kamu.

Perlukah menggunakan resolusi tertinggi, sedangkan HD movie hanya membutuhkan 1920×1080 pixel saja?
Bukankah lebih baik kalau pakai resolusi yang secukupnya saja sehingga lebih menghemat memory card?
Benar, namun penggunaan resolusi yang lebih besar akan berpengaruh kepada kualitas gambar yang dihasilkan karena kepadatan pixel-nya berbeda dengan resolusi yang kecil.

Jad saya sarankan gunakan RAW dan resolusi terbesar yang kamera kamu miliki. Memory card tidak cukup? Mungkin sudah waktunya beli yang lebih besar 😉

Di bawah ini ada perkiraan jumlah foto yang bisa disimpan dengan kapasitas memory card tertentu (contoh ini menggunakan kamera dengan resolusi 18MP).

memory-tl

Tidak susah kan? Yang dibutuhkan hanyalah kreativitas dan juga ketekunan karena memotret time lapse bisa berlangsung dari hitungan menit hingga jam. Tapi kalau sudah suka, semua bisa dilakukan 🙂

Share.

About Author

Seorang Ayah, Project Manager, Computer Geeks, Travel Enthusiast, dan Fotografer. Saat ini berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia. Portfolio-nya bisa dilihat di Flickr atau 500px.

Comments are closed.